Mengenal Big Data: Konsep, Teknologi, dan Implementasinya
Big data adalah konsep yang sangat penting dalam dunia teknologi informasi dan bisnis modern. Dalam penerapannya, big data merujuk kepada volume besar dan kompleks dari beragam jenis data yang dihasilkan dengan cepat dari berbagai sumber. Big data tidak hanya terbatas pada data yang terstruktur, seperti yang disimpan dalam basis data tradisional, tetapi juga mencakup data yang tidak terstruktur, seperti teks, gambar, audio, dan banyak lagi.
KONSEP DARI BIG DATA
Big data memiliki berbagai definisi yang mungkin sedikit berbeda satu sama lain. Namun, semuanya selalu melibatkan tiga aspek utama, yakni volume, kecepatan, dan variasi (volume, velocity, variety). Karakteristik big data ini sering disebut sebagai “3 V dari big data” dan pertama kali didefinisikan oleh Gartner pada tahun 2001.
Volume
Seperti namanya, karakteristik paling umum yang terkait dengan big data adalah volumenya yang tinggi. Ini menggambarkan banyaknya data yang tersedia untuk dikumpulkan dan dihasilkan dari berbagai sumber dan perangkat secara berkelanjutan.
Kecepatan
Kecepatan big data mengacu pada kecepatan menghasilkan data. Saat ini, data sering kali dihasilkan secara real time atau mendekati real time, sehingga data tersebut juga harus diproses, diakses, dan dianalisis pada tingkat yang sama agar memiliki dampak yang berarti.
Variasi
Data bersifat heterogen, artinya data dapat berasal dari berbagai sumber dan dapat terstruktur, tidak terstruktur, atau semiterstruktur. Data terstruktur yang lebih tradisional (seperti data dalam spreadsheet atau database relasional) kini dilengkapi dengan file teks, gambar, audio, video yang tidak terstruktur, atau format semiterstruktur seperti data sensor yang tidak dapat diatur dalam skema data tetap.
Selain tiga V awal ini, tiga V lain yang sering disebutkan dalam kaitannya dengan pemanfaatan: kekuatan big data: veracity (kebenaran), variabilitas, dan value (manfaat).
Veracity: Big data dapat menjadi berantakan, berisik, dan rentan terhadap kesalahan, yang menyulitkan untuk mengontrol kualitas dan akurasi data. Set data besar bisa sulit dan membingungkan, sedangkan set data yang lebih kecil dapat menyajikan gambaran yang tidak lengkap. Semakin tinggi kebenaran data, semakin tepercaya data tersebut.
Variabilitas: Arti dari data yang dikumpulkan terus berubah, yang dapat menyebabkan inkonsistensi dari waktu ke waktu. Perubahan ini tidak hanya mencakup perubahan konteks dan interpretasi, tetapi juga metode pengumpulan data berdasarkan informasi yang ingin ditangkap dan dianalisis oleh perusahaan.
Value (manfaat): Penting untuk mengetahui manfaat bisnis dari data yang Anda kumpulkan. Big data harus berisi data yang tepat untuk dianalisis secara efektif guna menghasilkan insight yang dapat membantu mendorong pengambilan keputusan.
Contoh Penggunaan Big Data
Penggunaan big data terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan bisnis yang semakin kompleks. Big data memungkinkan organisasi untuk mengambil keputusan yang lebih tepat, meningkatkan efisiensi operasional, dan menjawab tantangan yang ada di dunia yang semakin terhubung secara digital. Saat ini big data digunakan secara luas di berbagai industri dan bidang. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan big data:
1. E-commerce
Perusahaan e-commerce seperti Amazon, Shopee, dan Tokopedia menggunakan jaringan big data untuk menganalisis perilaku pembeli, mengidentifikasi tren belanja, dan memberikan rekomendasi produk yang lebih personal kepada pelanggan. Hal ini membantu meningkatkan konversi penjualan dan loyalitas pelanggan.
2. Kesehatan
Dalam dunia kesehatan, big data digunakan untuk menganalisis rekam medis pasien, data sensor medis, dan informasi genetik. Ini membantu dalam pengembangan diagnosis yang lebih akurat, pengembangan obat, serta manajemen dan perencanaan layanan kesehatan yang lebih efisien.
3. Keuangan
Industri keuangan juga menggunakan big data untuk mendeteksi kecurangan, manajemen risiko, dan analisis pasar. Institusi keuangan dapat memanfaatkan data transaksi untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan dan mengambil tindakan yang sesuai.
4. Pendidikan
Big data digunakan di sektor pendidikan untuk mengidentifikasi pola perilaku siswa dan meningkatkan pengalaman belajar. Analisis data dapat membantu sekolah dan perguruan tinggi dalam pengembangan kurikulum yang lebih efektif dan personalisasi pembelajaran pada murid.
Sumber: https://www.lspr.ac.id/apa-itu-big-data/ dan https://cloud.google.com/learn/what-is-big-data?hl=id
Comments
Post a Comment